Grand Design untuk umat
(Tony B. Trihartanto)
Hari ini 31 Juli 2011. Umat Islam di Indonesia menunggu keputusan bersama, melalui sidang Isbath, penentuan awal puasa Ramadhan 1432 H. Ibarat proses produktivitas pada umumnya, hemat saya, saat ini sebenarnya tingkat produktivitas manusia berada pada titik nadir. Konklusi saya sementara ini, awal Ramadhan merupakan awal kebangkitan dari umat manusia (Islam) melalui proses pembersihan diri, untuk selanjutnya membentuk kurva produksi yang lebih baik dimasa depan. Akhir dari proses pembenahan ini membuat umat Islam memiliki etos kerja, implementasi beragama, kehidupan habluminnallah dan hablumminannaas yang lebih bernas. Lebih baik dari hari kemarin, bahkan menuju kondisi kehidupan yang lebih seimbang dan sempurna. Inilah Grand Design yang datang dari langit.
Bagaimana tidak? Seluruh cara kehidupan manusia dievaluasi, dilakukan over haul, dilaksanakan maintenance rutin, baik phisikal maupun ruhaniah. Kehidupan menjadi lebih teratur pada bulan suci ini. Umat manusia dilatih untuk Focus, Care, Innovative, dan Productive. "Fokus" pada ajaran Illahiah yang di tebarkan oleh Rasulullah saw. Berbagai bentuk ibadah, baik vertikal maupun horizontal, dikedepankan. Dipertajam. Diasah. Saatnya manusia melakukan introspeksi "Mengapa dan dengan tujuan apa manusia diciptakan?" Kegiatan kehidupan untuk lebih "Peduli" terhadap mahluk ciptaanNya yang lain dan lingkungan hidup manusia selalu dianjurkan untuk diperbanyak pada bulan ini. Kepedulian pada sesama dan pada lingkungan menjadikan hati ini lebih peka pada permasalahan orang lain. Bulan ini sebenarnya adalah bulan "Inovasi" bagi umat Islam. Umat wajib ber inovasi, karena mereka wajib mengatur kembali segala aspek kehidupan, baik dalam berusaha, waktu shalat, saur dan buka puasa yang amat berbeda dengan kehidupan keseharian selama ini. Sedangkan menjadi "Produktif," merupakan suatu tuntutan nyata bagi umat manusia untuk tetap bekerja dengan lebih baik walaupun pada bulan Ramadhan, karena pada dasarnya keberadaan Ramadhan dan seluruh kegiatannya tidak mungkin memberhentikan kegiatan kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan umat Islam dituntut untuk lebih effisien dan effektif dalam pembagian waktu bekerja dan ibadah secara lengkap.
Akankah mereka, umat Islam, mampu menjadi lebih siap untuk merangkai kurva produktivitas (Productivity Curve) lebih baik sesudah Ramadhan? Mari kita nanti dan amati bersama pada perjalanan selanjutnya.
_(Jakarta July 31, 2011: Menjelang Isbath)_
0 comments:
Post a Comment